Hello Pari!

Chapter : Travel

Dari dulu, saya kalau diajakin nyebrang ke Kepulauan Seribu selalu nolak.

Ikut nge-trip ke Pulau ini yuk, murah cuma sekian rupiah.

Ngga ah

Kenapa?

Takut nyebrang pake perahunya 😐

Tetapi minggu lalu, saya langsung meng-IYA-kan ajakan teman yang ngajak ke Pulau Pari.

Bukan, bukan karena gratis, tetapi lebih ke arah PLEASE-GUE-GA-MAU-DI-RUMAH-PAS-LONG-WEEKEND!

Secara ibu juga lagi reunian sama teman SMA di pulau sebelah, males juga kan ya liburan di rumah doang.

Saya dan 2 teman saya memutuskan untuk ga pulang ke rumah pas hari Jumat dan memilih untuk menginap di hotel dekat kantor. Soalnya sabtu pagi jam 6 kita sudah diminta berkumpul di Muara Angke. Daripada telat berangkat dari rumah, fixed lah tuh berangkat dari area kantor.

Jam setengah 6 pagi berangkat menggunakan taksi, daaaaan cobaan nomor 1 datang.

Dapat taksi yang supirnya bawel setengah mati.

-__________-

Saya kurang terlalu suka supir taksi bawel, mending ocehannya enak didengar. Ini yang ada saya malah diceramahin kenapa baru berangkat setengah 6 dan blaaah blaaah blaaahnya yang malas saya bahas disini.

Sesampainya di Muara Angke dan pasukan mulai berkumpul (FYI, pasukannya terdiri dari 2 ibu-ibu, 5 muda-mudi yang belum nikah *gue termasuk geng ini* dan 5 bocah. Iya, bocah) cobaan kedua-pun muncul.

Jeng..jeng.. jalanan menuju dermaga terputus karena jalanan tergenang.

Bukan air biasa lho, baunya menyengat, belum tentu hilang hanya dengan mencuci kaki dengan air keran.

Jalan tergenang menuju dermaga Muara Angke

gambar diambil dari sini

Saya kasih tips ya untuk siapapun pemula yang mau menuju Kepulauan Seribu dari Dermaga Muara Angke, agar jangan terkaget-kaget seperti saya waktu itu.

  1. Jangan sekali-kali pake sendal jepit apalagi sepatu bagus! Berjalan di jalanan becek dengan sendal jepit malah membuat cipratan ke celana atau kaki kalian. Lebih baik memakai sandal/sepatu plastik ala cro*s gitu.
  2. Jangan memakai celana panjang!  Kalau kalian ga berjilbab, lebih baik memakai celana selutut biar cipratan genangan  ga mengotori celana (kalau kalian lupa tips nomor 1)
  3. Pakai masker! serius!
  4. Jangan jalan kaki! Naik  Odong-Odong (macam sepeda motor yang dibelakangnya dimodifikasi agar bisa mengangkut banyak penumpang) jauh lebih baik, dan kalian boleh lupakan tips nomor 1 dan 2.

Saya baru pertama kali kesana, dan salah banget saya ga menuruti tips nomor 1, nomor 2, nomor 3, apalagi nomor 4.

Karena saat itu macet, kami memutuskan untuk ga naik odong-odong dan memilih jalan kaki. Daaaan, demi melindungi kaki melewati genangan, lewatlah saya ke dalam pasar pelelangan ikan 😐

Perjalanan memakan waktu 2 jam. Persis 2 jam.

Karena telat memasuki kapal, jadi tidak mendapat tempat duduk yang agak nyaman. Ga ada senderan, posisi duduk di tengah jalan dan bolak balik dilalui orang, tidak bisa melihat pemandangan laut selama perjalanan.

Setelah sampai, menaruh barang di penginapan, makan siang, dan bersiap menuju agenda selanjutnya.

Snorkeling!!

Here we go

Pertama kalinya mencoba snorkeling, ternyata hasilnya di luar ekspektasi saya.

I’m excited (cause it’s my 1st time) but i didn’t get “that feel”

Ternyata-gue-masih-aja-takut-nyemplung-ke laut walaupun make pelampung T_T

Ada beberapa hal yang setidaknya kalian (untuk pemula dan yang ga bisa berenang terutama) perhatikan sebelum snorkeling agar ga berakhir seperti saya.

  1. Pastikan pelampung yang kalian pakai pas di badan kalian. Jangan kesempitan, apalagi kegedean (like me T_T). Pelampung yang agak kebesaran akan membuat badan kalian mengapung tidak normal. Maksudnya? yaaa pokoknya ga enak deh
  2. Kencangkan masker kalian (itu foto masker di atas, buat mata), jangan asal pakai. Bakal ganggu ketika kalian nyemplung ke laut, masker sering melorot karena lupa dikencangkan
  3. Don’t Panic! nervous wajar tapi panik jangan. Banyak orang yang panik, merasa tidak bisa bernapas melalui alat dan akhirnya alat terlepas, ujung-ujungnya nelen air laut (teman saya salah satunya).
  4. Gandengan tangan. Truk aja gandengan masa kalian ngga.  Gandengan sama teman kalian atau ngga pilih guide ganteng yang mau bantu kalian #eh. Setidaknya meminimalisir ketakutan kalau kalian tiba-tiba panik dan ga jalan-jalan *serius, udah gerakin kaki tapi ga maju-maju karena ngelawan arus*
jangan lepas tangan gue.. jangan lepas tangan gueeee.. *takut ditinggal*

jangan lepas tangan gue.. jangan lepas tangan gueeee.. *takut ditinggal*

Penjelasan lebih lengkap soal teknisnya bisa kalian lihat di sini.

DSCF0037

DSCF0038

At the end, I didn’t really enjoy snorkeling, but I enjoy taking the silly photos during the trip.

Like this

Say Cheeseee

See you from the window 🙂

or like this

agak nge-blur saking ga kuat nahan ketawa, sang modelnya ga sadar :))

agak nge-blur saking ga kuat nahan ketawa, sang modelnya ga sadar :))

The sun goes down~~

We tried to catch the sunset view but unfortunately we only saw it for a while. Padahal nge-gowes sepedanya udah ngebut setengah mati. Entah telat atau memang saat itu awannya lagi sibuk menutupi matahari.

Late Sunset

Late Sunset

chasing the sunset

It’s OK lah ya ga dapat view pas sunset, niat mau foto-foto saat sunset malah berakhir seperti ini.

selfie madnesssss!

Thanks to Farhan's long arm ;p

Thanks to Farhan’s long arm ;p

Lanjut ke agenda malam hari, si travel guide mengajak kami ke pantai perawan.

Virgin beach kalau kata papan iklanya #aheeey

Bilangnya barbeque-an, tetapi realitanya cuma disuguhi ikan bakar dan cumi bakar :))

Mau lihat pantai juga gelap, laut dan pasir ga keliatan.

Yasudahlah yaa, ngeliatin bocah-bocah ini yang sibuk makan di pinggir pantai cuma ditemani lampu handphone aja cukup :))

Esok paginya, niatnya mau melihat sunrise, apa daya ya telat keluar guest house, jadinya cuma menikmati pagi semilir angin sepoi-sepoi.

and honestly, it was one of my favorite moment.

Di Jakarta, lebih tepatnya di kantor, saya ga punya tempat yang sesuai ketika saya lagi pengen sendiri.

Ngga ada tempat pelarian lebih tepatnya.

Tetapi di sana, jalan sendirian di tepi pantai atau sekedar duduk di dermaga memperhatikan sekitar bagi saya itu sudah cukup.

Banyak pikiran berseliweran tetapi tempat yang pas membuat semuanya jadi enak aja.

Meminimalkan stress ;p

 

IMG_20140330_083423

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Time to go home~

Bilangnya kapal jalan jam 10, sudah duduk manis di kapal, cari senderan, eh kapalnya baru jalan jam 12 *tepok jidat*

Saran terpenting, bawa kipas! *panas boo*, bawa cemal cemil makan minum buat ngebunuh waktu, dan tentunya ngeganjel perut.

Jam 12 kapalpun berjalan dan.. selamat tinggal Pulau Pari!

Dari 1000 pulau setidaknya mampir satulah ya 😀

and welcome back to Jakarta 🙂

 

p.s. baru pertama kali nulis pengalaman hasil jalan-jalan, butuh waktu dua minggu aja gitu ;p

Advertisements

12 thoughts on “Hello Pari!

  1. pengen jalan2 kek giniiiii,,,,
    mksh bgt buat tips nya, akan saya ingat kalo ke pulau seribu *kapaaaannnnn, hiksss….
    pngn snorkling jugaaakk…pngn pngn pngn -__-

  2. tips-tips di atas bener banget , terutama buat snorkeling :))
    gue panikan juga di laut karena nggak bisa berenang, tapi kemaren ini ke Derawan akhirnya memberanikan diri (masa udah jauh dan bayar pake uang sendiri gak turun snorkeling?) hahaha
    yang utama memang pelampung yang pas, lumayan kalau misalnya lagi capek bisa dipake buat terlentang :3

    1. asik banget ke derawan, klo kesana rugi banget ga nyemplung.
      eh tapi iya sih, kayaknya lebih banyak telentangnya daripada tengkurepnya :))

  3. hey boleh share kesananya ikut paket tour atau backpakeran?
    rencananya mo kesana dan baru pertama kali nih ke pulau 1000. kalo paketan bisa tau kena berapa & agen mana? kalo backpakeran, bisa di rinci, dari ongkos taxi kalo boleh…hehehe trims 🙂

    1. ikut tur, namanya sakura travel, klo lebih dari 10, biayanya 340rb/orang, lumayan sih, tp makanannya yg dikasih ke kita agak kurang enak. hehe.
      hampir semua travel biayanya mirip-mirip kok.

      backpakeran nanggung, toh biaya kapal pp aja udah 100rb, belum bayar guest house dan makannya, atau snorkelingnya. mending pake travel aja. lebih ringkas dan murah.

      klo taksi dari hotel aku kemaren di daerah menteng, 90rb sampai muara angke

  4. Sayang banget ke pantai pasir perawannya malem-malem, Press.. Padahal kalo pagi masih belum dijejali orang, pantainya tenang, warna airnya jernih, pasirnya juga kinclong.. baguss tipsnyaa :)))

    1. Baru ngeh kamu komen yan, hehehe

      Iyaaa ceritanya pagi pagi itu mau ke pantai perawan juga yan, tp udah keburu males dan malah bengong depan dermaga ;)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s