Beda Negara, Beda Cara Memperlakukan

Chapter : People

Saya lagi naik bus nomor 46 jurusan UKI – Grogol.

Di sebelah kiri saya duduk seorang ibu yang terlihat muda.

Ngobrol-ngobrolah tuh dia dengan ibu tua yang duduk di sebelah kirinya.

Ga bermaksud nguping sih, tetapi kedengeran omongan mereka.

Ternyata ibu terlihat muda itu selama ini tinggal di Belanda.

Menikah, punya suami dan 4 anak juga bekerja disana.

Pulang ke Indonesia dalam rangka mengurus surat-apa-gitu-saya-lupa ke kedutaan besar Belanda.

Obrolan dia dan si ibu tua itu menceritakan banyak hal, yang paling saya inget, si ibu muda bilang..

Wah kalo di Belanda mah bersih banget, ga ada yang berani buang sampah sembarangan, bis-nya bagus, ga ada tuh kayak disini, jorok, mana banyak pengamen gitu, banyak yang jualan

Saya lupa persisnya bagaimana, pokoknya intinya seperti itu.

Terus tiba-tiba saya ingat.

Waktu saya baru naik bis, si ibu muda ituย  BUANG SAMPAH AJA GITU GELAS PLASTIK MINUMAN KE JALANAN DARI JENDELA?!

??????????

Saya heran, apa karena mentang-mentang dia di Indonesia ya dia bisa buang sampah sembarangan?

Sedangkan ketika dia di Belanda dia sangat menjaga lingkungan tempat dia tinggal itu.

Sama aja kayak para orang kaya-orang kaya itu ya yang ketika di luar negeri taatnya banget banget.

Tetapi di negara sendiri pura-pura ga salah ketika melanggar lampu merah di jalanan, buang sampah sembarangan dari jendela mobil, merorok bukan di tempatnya, dan banyak hal lainnya.

Aneh, takut cuma sama peraturan di luar negeri.

Menjadi turis yang 90% baik.

Budaya buruk yang cuma bisa dirubah di negara orang.

Coba ketika di Indonesia, pura-pura lupa lagi ada peraturan.

Advertisements

25 thoughts on “Beda Negara, Beda Cara Memperlakukan

  1. astaga…
    asli gw sebel..sebel.sebel..sebeeeeeeeeeeell..denger cerita ibu muda sok belanda itu..
    aiiiiiiiiiiiiiiiiiiih……
    smoga hilang orang2 seperti itu di negeri ini..
    hiks..miris..

  2. betul sekali
    tapi sebenarnya faktor lingkungan juga pengaruh sih?
    maksud saya gini, kalau kita berada di satu tempat yg bersih, maka otomatis kita akan sungkan untuk mengotorinya.
    sebaliknya jika kita berada di tempat yang memang sudah kotor, maka tidak ada rasa menyesal untuk mengotorinya, meskipun dalam hati sebenarnya berontak.

    kalau menurut saya sih yg palin berwenang dan bertanggung jawab ttg hal ini adalah pemerintah, negara kacau balau kayak gini kan karena pemerintah ga becus mengurusnya.

    contoh kasus

    di Soroako, sebuah kota kecil di sulawesi selatan dimana terdapat tambang nikel yg dikelola oleh Kanada (kalo ga salah), kotanya bersih dan sangat tertib, mengapa? karena manajemen kota itu diatur sesuai keinginan org asing (kanada), mereka tegas dan komitmen terhadap aturan yg dibuat, tidak ada toleransi bagi masyarakat untuk murtad dari aturan yg dibuat

    maaf kalo komennya terlalu panjang
    karena sy sangat tertarik dengan topiknya

    salam hangat ๐Ÿ˜€

    1. nah itu, kesadaran diri sendiri pada kurang,
      padahal klo kita bisa tahan diri si, kita ga bakal banyakin sampah.
      tapi yg di soroako itu baru denger deh.
      enak juga ya, tp kesannya kayak dijajah. hehehe

  3. HHmmm …
    agak ironis juga ya …
    jadi sebetulnya …
    kalau mau … Orang Indonesia itu bisa kok taat dan disiplin …
    cuma entah mengapa berat bener …

    Yang jelas saya tak putus berdoa …
    semoga Indonesia ini akan lebih baik di masa yang akan datang …
    dalam segala hal

    Salam saya

    1. berat bener soalnya ga ada sanksi yg berat juga sih, jadi pada berat berubah.
      ga ada yg memaksa.
      amin.. semoga lebih baik kedepannya.
      salam juga ๐Ÿ˜€

  4. hehhe
    ya mungkin kita harus lebih bersabar bersabar dan bersabar
    jika mengalami hal itu hehe
    ๐Ÿ˜€

  5. yap, betul skale. tu ibu2 kayaknya gak lulus pelajaran PPKn kalo dulu PMP. di negara sendiri bisa seenaknya (pdahal di orang indonesia tulen), tapi di negara orang JAIM abiizzzzz. salam kenal, ini kunjungan pertama ke blog ini. blog yang bagus, postingannya juga membangkitkan semangad ’45. he..he..he…

  6. sepertinya, si ibu cuma ingin pamer, bahwa dia tinggal di belanda..
    Mending kita yaa.. orang indonesia, buang sampah pada tmptnya, teruss tidak merokok.. Acciiik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s