Pengaruh

Chapter : People

Begitu berpengaruhnya ya yang namanya gelar, jabatan, ataupun pangkat?

Sehingga bisa mengatur (atau mengancam) orang seenaknya?

Saya mau bercerita soal organisasi yang diikuti adik saya di SMA (OSIS).

Beberapa hari lalu dia bercerita ada seorang temannya (sesama pengurus) yang berantem dengan temannya sesama pengurus pula.

Entah masalah berkembang menjadi sebesar apa hingga akhirnya orang tua si A (pihak yang dimusuhi) lapor ke Sekolah dan bertemu dengan petinggi di SMA tersebut.

Dia mengancam bahwa jika si A tetap jadi pengurus OSIS, maka si B (lawan berantem yang didukung banyak pihak) harus dikeluarkan.

Jika B dipertahankan, maka si A yang keluar.

Dan apa yang terjadi??

Si B akhirnya dikeluarkan dengan diiringi isak tangis semua pengurus (termasuk adik saya).

Saya yang tahu ceritanya dari awal merasa gondok, kesal, gemes, rasanya pengen acak-acak tuh rambut si A.

Karena tahu pada dasarnya si A yang *menurut saya* tidak pantas menjadi pengurus dengan sikap seperti itu.

Yang lebih bikin heran lagi, kenapa si bapak petinggi SMA tersebut dengan gampangnya membela si A dan malah mengeluarkan si B??!!

Ketika sisa pengurus lain mengancam untuk mengundurkan diri, mereka malah dibentak dengan omelan ;

kamu mengancam saya?!

Hey pak, apakah bapak tidak merasa diancam oleh orang tua pihak si A?!

Itu masalah internal OSIS itu sendiri, masalah internal antar pengurus, kenapa juga si A malah bawa-bawa orang tua dan salah satu petinggi sekolah?

Mental kerupuk itu namanya!

Balik lagi ke kalimat di awal.

Ternyata gelar, jabatan, dan pangkat itu berpengaruh ya untuk keadaan seperti ini.

Advertisements

22 thoughts on “Pengaruh

  1. Indonesia tercinta ini susah tumbuh selama masih ada
    Senioritas daripada prestasi.
    Calo daripada Otomatisasi.
    tapi kalau jabatan yang berbicara itu bukan cuman masalah Indonesia, sepertinya banyak juga dihadapi negara lain, jadinya susah menghilangkannya :(.

  2. Ya..begitulah keadaannya.
    Barangkali orang tua si A pejabat / pengurus si sekolah tsb.
    (apa yah namanya? gue lupa 😆 )
    Jadi, mau tidak mau memberikan beban tersendiri kepada kepala sekolahnya.
    Tapi ya itu, memang mental kerupuk!
    Jadi ikutan sebel.

  3. Yah begitulah, mengandalkan jabatan untuk kepentingan pribadi dan (mungkin) merugikan orang lain, di negri ini sih buanyak 🙂 salam kenal 😀

  4. aplikasi slogan “You’ll Never Walk Alone” yang keliru tuh 😛

    btw, sekolahnya sekolah swasta yang anak ato kerabat penyandang dananya ikutan sekolah di situ juga? dan itu dikeluarkannya dikeluarkan dari sekolah ato sekedar dari kepengurusan OSIS? kalo sekedar dari kepengurusan OSIS sih, mending mundur duluan dan membiarkan satu sekolah yang menilai sendiri 😀

  5. ih apaan bangeeet si A , well gue agak curiga ortunya si A emang punya posisi juga, atau krn mereka orang tua aja kali ya bisa gencet2 kepseknya?

    hmm, gue menyayangkan banget kejadian ini, ya harusnya semua bisa diselesein secara profesional, just A with B aja ga perlu bawa2 ortu dan kepsek. udah sma man! 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s