Pisah

Chapter : Workplace

Hampir seminggu berjalan ya 2017, gimana minggu pertama kalian? Menyenangkan?

Mau cerita soal Januari, tapi flash back sebentar boleh yaa.

Advertisements

Saya Ini Siapanya Siapa.

Chapter : Workplace

Cerita 1

Waktu itu dapat sms dari seorang mahasiswa yang mau riset di kantor dengan menyebar kuesioner, kalimat yang menarik perhatian saya saat itu seperti ini;

mungkin mbak bisa bantu karena katanya kalau tidak ada kenalan di dalam bakal sulit bisa diisin/lama bisa balik kuesionernya

Saat itu juga saya langsung balas, dan di akhir sms, saya bilang ;

Fyi aja sih, ga perlu kenal orang dalam sebelumnya, karena insya allah siapapun yang mau riset/magang di kantor ini, asal suratnya ada, ga pernah saya lama-lamain ๐Ÿ™‚

Cerita 2

Saat itu ada salah satu rekanan (pihak ketiga dalam pengadaan/procurement) yang datang ke meja kerja saya, menanyakan dokumen apa saja yang dipenuhi untuk proses pengadaan barang/jasa tersebut. Dia datang berdua dengan asistennya yang sama-sama sudah sepuh.

Ketika saya memberikan penjelasan, tiba-tiba dia langsung cerita;

saya ini saudaranya si xxx lho, dia itu adik kandung saya.

kamu tau siapa saya? kamu pasti anak baru ya? orang lama disini pasti udah tau siapa saya, dulu saya ini kepala zzz lhoo

Dan saya dalam hati cuma bilang “lah terus kenapa?

Karena menurut saya dia sudah sangat tua (dia bilang telah pensiun beberapa tahun lalu) tentunya saya jauh lebih hormat dong sama dia, dan saya menghormati dia sebagai orang tua, sebagai partner kerja sama, bukan sebagai saudaranya si ini atau karena dia mantan pejabat.

Cerita 3

Ada seorang bapak tua, mahasiswa S2 yang melakukan riset di kantor saya, dia menanyakan surat izin riset dia sudah selesai atau belum saat itu.

Sayangnya, surat izin yang saya buat beberapa waktu lalu belum ditanda-tangani oleh Pimpinan (Kepala Badan). Saya sudah menjelaskan baik-baik kepada si Bapak itu, bahwa suratnya sudah saya proses dan tinggal ditanda-tangani saja.

Terus si bapak itu bilang begini;

Saya ni punya adik, dia itu teman sekelasnya si Jokowi lho, teman akrabnya gubernur kamu itu, terus saya juga kenal sama … bla bla bla.. *saya lupa dia show off apa lagi saat itu*

Dan saya cuma senyum-senyum waktu dia cerita. Maksud apa ya cerita-cerita begitu? apa dengan dia cerita kenal Jokowi surat risetnya langsung ditandatangan oleh pimpinan saya?

—————————————————————————————-

Dari 3 cerita itu saya menangkap kesimpulan bahwa :

Ternyata orang luar punya pikiran kalau mau berurusan dengan pemerintah itu harus kenal orang dalam, kalau mau dipercepat urusannya harus bilang kalau dia itu saudaranya si kepala badan ini, temannya kepala dinas itu atau menyebutkan jabatannya sebelum pensiun.

Kok gitu ya? kok masih berpikir cara lama ya?

Saya sebagai pegawai-yang-lumayan-sering-berhubungan-dengan-orang-luar dan diperlakukan seperti itu, rasanya kok yaa.. gimana gitu.

Sedikit sakit hati ๐Ÿ˜

Pra-Jabatan to the Blue

Chapter : Music, Chapter : Workplace

Ide di kepala hasil luapan perasaan itu harus secepatnya ditulis jadi cerita. Karena kalau kelamaan ketika menulis perasaannya jadi hilang, tulisannya jadi mandek deh ๐Ÿ˜€

———————————————————————————

Saya dapat kabar gembira lho hari ini!

Akhirnya saya dapat juga undangan dari Badan Diklat untuk mengikuti Pra Jabatan (C)PNS, salah satu syarat wajib ketika mau diangkat menjadi PNS.

Itu kabar yang selalu saya tunggu-tunggu, maklum sudah setahun bekerja sudah sepantasnya ikut Pra Jabatan PNS.

Ohya, tahu kan dibalik berita sedih selalu ada berita gembira dibalik itu?

Ternyata berita gembira yang saya dapatkan tersebut membonceng cerita tidak mengenakkan lainnya.

Saya gagal nonton konser CN BLUE! padahal sudah beli tiket ๐Ÿ˜ฆ

Karena tanggal konsernya bersamaan dengan masa Pra Jabatan saya yang harus dihabiskan selama 17 hari di asrama di luar kota Jakarta.

Saya semangat banget nonton konser band (bukan boyband) asal Korea tersebut karena musiknya cocok di telinga saya.

Musiknya menarik, mereka tampil dengan alat musik, bukan dengan tari-tarian karena mereka sama sekali ga bisa menari. Di luar dari kegantengan para personilnya, saya suka mereka murni karena suka musiknya.

Gagal deh ketemu pacaaarr (baca : yonghwa, leader-nya CN Blue) ;p

Sukses tertarik sama Yonghwa selain suara, lagu-lagu yang diciptakan sendiri olehnya, sifat asli yang ditampilkannya di salah satu reality show Korea yang saya tonton (We Got Married) benar-benar membuat saya pengen punya pacar seperti diaaa >.< *lho ini apa-apaan malah ngomongin personilnya*

Saya kasih liat salah satu video klip CN Blue yaa yang judulnya LOVE.

Gaya tangan vokalisnya itu loh saat bagian “Love love love.. everybody clap clap clap.. I want you back to me” ga tahan kerennya >.<

Nah ini versi live performance-nya yang membuat saya ingin menonton mereka secara langsung

*aaah… yonghwa ga tahan kerennya*

Dan, saya kasih tau lagi salah satu lagu terbaru mereka untuk dipasarkan di Jepang yang baru dirilis awal September lalu.

Judulnya Coward. Lagu Jepang banget dan cocok buat ost anime ๐Ÿ˜€

Masih banyak sih lagu CN Blue yang saya suka, jenis lagu yang dibawain banyak banget soalnya, bermacam-macam. Kalau mau tahu lebih banyak googling sendiri yaa.

Btw, jadi malah promosiin CN Blue ya? padahal saya lagi cerita soal Pra Jabatan -___-

Intinya walaupun ga bisa nonton konser mereka, gapapalah ya. Yang terpenting adalah Pra Jabatan. Tidak ada yang bisa mengalahkan itu. Jadi bersyukur juga sama Tuhan diberikan jadwal Pra Jabatan pada akhir tahun ini, dimana masih banyak CPNS yang antri untuk mendapatkan panggilan tersebut.

Hey Yonghwa oppa, see you later yaaa.. *hug hug*

*lanjut nonton CN Blue via youtube*