Mengejar Sakura Hingga Ke Matsumoto dan Kawaguchiko

Efek dari promo tiket pesawat yang sering diumbar umbar sama maskapai maupun agen travel, makin banyak orang berhasil mengunjungi destinasi yang diinginkan. Sayangnya, berhubung harga promo jadi ada aja blackout date alias tanggal tertentu yang dikecualikan dari harga promo, misal dalam kasus Jepang saat sakura lagi mekar mekarnya di Tokyo maupun Osaka sekitar akhir Maret – awal April,

but hey jangan sedih. Masih banyak kota lain di Jepang yang menawarkan pemandangan sakura ngga kalah indah dengan yang di Tokyo atau Osaka.

Seperti saya tahun kemarin, rezekinya dapat tiket promo di pertengahan April, jadi lansung gercep cari tau kota mana aja yang lagi mekar sakuranya saat itu. Pilihannya jatuh pada Matsumoto dan Kawaguchiko.

Matsumoto

Tahun 2016 lalu sempat memasukan Matsumoto dalam itinerary, namun sayangnya karena hujan di hari itu dan menghindari adanya ‘drama’ kalau tetap dipaksakan, akhirnya baru bisa kesampaian di tahun 2018. Walau pada kenyataannya di hari H saya berangkat hujan juga, tetapi tetap jalan teruuuuss. Kalau kamu berniat mengunjungi Matsumoto saya sarankan untuk member JR Nagano Pass, tidak semahal JR Pass tetapi perjalanan kereta yang dicover biayanya oleh JR Nagano Pass ini lebih menguntungkan dibanding membayar tanpa membeli JR Nagano Pass.

Matsumoto Castle adalah tujuan utama kami saat itu dikarenakan info yang menyatakan bahwa di sana sudah mulai dipenuhi oleh Sakura yang sedang mekar. Pertama kali sampai Matsumoto langsung disambut dengan hujan dan langit yang kelabu. Bunga sudah mulai banyak bermekaran tetapi ngga sedikit pula yang mulai rontok, bisa jadi karena hujan dan angin kencang beberapa hari terakhir.

Namanya juga baru pertama kali lihat sakura, senangnya bukan main. Ngga peduli saat itu muka tertampar angin sambil menahan payung yang ngga berehenti hentinya berasa mau terbang. Belum lagi saya sibuk dengan lepas pasang arm sling ya apalagi kebutuhannya kalau bukan buat berfoto :))

Oiya disana saya beberapa kali menemukan segerombolan orang yang mau hanami (piknik menggelar tikar sambil menikmati keindahan bunga sakura), rasanya mau ikut nimbrung biar bisa makan siang gratis, tetapi ya sudahlah kami berdua juga menikmati makan siang sambil duduk duduk. Ngga lupa dihiasi dengan sakura yang berterbangan saat angin datang, ah luar biasa pokoknya. Walau hanya menikmati ‘onigiri’ saat itu.

Kawaguchiko

Sekali dayung 2 – 3 pulau terlampaui. Ngga cuma menikmati keindahan Gunung Fuji, tetapi sakura yang lagi mekar di waktu terbaiknya di sepanjang area Kawaguchiko bikin orang refleks bahagia. Ada beberapa spot yang bisa dikunjungi salah satunya “Northern Shores of Kawaguchiko“, sepanjang jalan di pinggiran danau yang dipenuhi pohon sakura dengan latar belakang Gunung Fuji pastinya.

Untuk ke tempat ini dari Kawaguchi Station tinggal naik Omni Bus yang berwarna merah dan berhenti di Kawaguchi Music Forest, jalan sedikit ke arah samping bangunannya dan akan langsung menemukan pohon sakura berjejer dengan indahnya. Fyi, ketika di Kawaguchi Station jangan lupa untuk mengambil peta yang disediakan dan lihat di nomor berapa Kawaguchi Music Forest tertera di sana, soalnya tau dimana bus berhenti ya dari nomor tempat-tempat yang ditandai di peta.

Setelah puas mengelilingi northern shores, jangan lupa untuk mampir ke Chureita Pagoda. Salah satu tempat terbaik yang direkomendasikan untuk melihat Sakura dari ketinggian. Dari Kawaguchi Station tinggal naik kereta ke arah Otsuki dan berhenti di Shimo-Yoshida Station, dilanjutkan dengan berjalan kaki dan mengikuti petunjuk jalan yang tersedia. Jangan kaget ya, namanya juga melihat dari ketinggian otomatis jalan menuju kesana agak menanjak.

Ketika sampai, cobaan belum berhenti. Kamu harus usaha lagi menaiki tangga yang ngga terhitung jumlahnya untuk melihat pemandangan pagoda yang ditawarkan. Teman saya sudah menyerah untuk naik, sehingga hanya saya sendiri yang masih penasaran untuk terus naik. Sebenarnya selain tangga disediakan juga jalan yang menanjak, namun perjalanannya lebih jauh karena jalanan yang berliku. Terus saya berhasil naik sampai atas? yaa ngga juga dong pastinya :))))) udah menyerah juga karena udah capek jalan sebelumnya.

Walaupun ngga berhasil naik sampai atas, tetapi pemandangan yang diberikan juga tidak mengecewakan kok. Lucunya, saya malah menemukan pohon yang berdaun oranye kemerahan layaknya pohon pada musim gugur. Lah ini musim semi apa musim gugur ya?

Jadi ingat waktu perjalanan ke Jepang pas musim gugur 2,5 tahun lalu menemukan sakura, sekarang malah kebalikannya :))

Oiya kalau kamu memang ngga kuat menaiki tangga menuju chureito pagoda, gapapa ngga usah dipaksakan, toh bakal banyak stall makanan yang bikin kamu maunya duduk duduk ngemil cantik sambil menikmati pemandangan. Walaupun ngga berhasil menikmati pemandangan kayak foto di bawah ini, huhuhu.

foto diambil dari sini

Kesimpulannya, selain bisa menikmati sakura di belahan kota lain selain Tokyo dan Osaka, pergi ke Jepang pertengahan April pun bisa jadi satu kesempatan buat mengunjungi Hitachi Seaside Park yang ngga kalah terkenal dengan bunga Nemophilia nya, walaupun untung untungan juga bunganya di pertengahan April sudah mekar apa belum. Lumayan kan ngga cuma melihat sakura saja, huehehe.

Btw, postingan kali ini telatnya keterlaluan, ya biarin lah setidaknya biar ada rekaman cerita dan sadar ngga di postingan ini juga banyakan foto portrait-nya? Kurang suka sebenarnya kalau untuk diposting di blog, tetapi yang penting ada fotonya kan ya, daripada nganggur di hard disk pribadi :))

13 Comments Add yours

  1. deadyrizky says:

    negara kok bisa bersih gini yak

    1. presyl says:

      Karena warganya juga sadar untuk ngga buang sampah sembarangan, sedangkan kalau di sini 😌😬

  2. nengsyera says:

    Cantik bangeet sih smua foto2nya 😍😍 klo dsna langsung kya otomatis senyum bahagia sendiri ya

    1. presyl says:

      Iyaa bener banget syer, auto senyum gitu walaupun cuma liat bunga 🤣

  3. Phebie says:

    Hadew bersih dan cantik fotonya

    1. presyl says:

      😍😍 pemandangannya memang cakep cakep mba

  4. Novriana says:

    Waaa fotonya cakep2 pres 😍
    Btw momiji di sini kayaknya emang memerah pas musim semi pres, musim panas ntar jadi ijo, trus memerah lagi pas musim gugur, baru rontok pas musim dingin 😁

    1. presyl says:

      Hoo gitu mba, pantesan kemaren tuh sempet bingung gitu, kok berasa autumn merah semua gini daunnya, tapi nyesel juga ga sampai ke atas ngeliat pagodamya, hahaha udah capek jalan kaki duluan

      1. Novriana says:

        Iya yaa, mbak juga belum pernah ni ke Chureito pagoda itu, pengen juga kapan2, tapi kebayang nanjaknya 😅

        1. presyl says:

          Tenan mba jalan landainya ada kok, tapi ya jadi berliku gitu 😅

          1. Novriana says:

            Hehe, tapi masih lumayan kali ya kalau landai, lebih memungkinkan 😁

  5. Miss Mae says:

    Cantik sekali foto-fotonya… dari kecil pengen ke Jepang (efek suka nonton anime Sailor Moon mungkin ya) tapi hingga sekarang belum kesampaian. Apa daya, hanami di keukenhof dulu deh 😆

    1. presyl says:

      Hanamian di keukenhof 😍😍 pastu cantik banget itu ya, semoga nanti kesampaian juga hanami an di jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s