Explore Lombok part II – Bukit Tunak, Tanjung Aan, Bukit Merese

Chapter : Travel

DAY 3

Yeaaayy akhirnya tim jalan-jalan kami formasi lengkap!

1 teman saya terpaksa baru sampai di Lombok hari itu dan mengorbankan 2 hari sebelumnya demi ujian di kantor. Nyesek sih, but It’s okay, setidaknya kami berkumpul kan?

Destinasi ke-5

Bukit Tunak

Sempat ragu-ragu waktu dikasih itinerary buat kesini karena yaaa mau ngga mau kita harus sedikit trekking kan buat naik ke atas bukitnya. Saya sama keempat teman lain sih ngga masalah, selama ngga mendaki macam gunung prau (duh ngga sabar buat cerita perjalanan ke tempat ini!), percaya pasti mampu.

Nah 1 teman saya ini nih, saya khawatir sama dia aja. Ngga punya pengalaman trekking dan punya masalah kesehatan yang bakal muncul kalau dia terlalu lelah. Tetapi mas Ingga ngeyakinin kami buat tetap naik karena ngga seseram yang diceritain orang.

Yowisslah cuuss ngedaki bukit tunak tujuan kami pagi menjelang siang itu.

Menyempatkan foto foto di pantai sebelum mendaki bukit, dan whoaaaah.. lagi-lagi pantainya sepi berasa milik sendiri~

Puas buat lari-larian di pinggir pantai tanpa perlu dibilang alay, yaah yang ngeliatin juga cuma teguh doang.

Setelah puas main dan foto-foto, langsung inget kalau kami masih ada peer buat naik bukit. Cusslah mulai menanjak.

Jalur menanjaknya ngga seekstrem naik gunung kok, walaupun tetep aja sih beberapa kali minta istirahat, yaaa maklumin aja sih ya umur berpengaruh =))

Jangan lupa istirahat sekalian foto-foto ya, tempatnya cakeeeepp buat jadi background foto, huehehe.

Bukit Tunak

Percaya ngga ini (ala-ala) candid?

Bukit Tunak

Eh seriusan ini candid >.<

Capek dan panasnya matahari saat itu benar-benar terbayar ketika warna birunya laut dan birunya langit menyambut kami dari balik pepohonan kering.

Bukit Tunak

Lupa umur lagi kan ketika mulai lari-larian mendekati laut, yang langsung diteriakin

woooy jangan deket deket ke ujung wooy, bahaya bahaya

Agak bawel sih emang teguh itu tetapi ngerti kenapa dia ngomel-ngomel. Anginnya kenceng banget dan jangan sampai aja kan kita sibuk foto-foto sampai lupa keselamatan diri.

Bukit Tunak

Bukit Tunak

Kalaupun saya berhasil berpose seperti foto di atas, itu juga karena Teguh yang ngeyakinin kalau itu aman. Di bawah kaki saya masih ada pijakan kaki kok sebenarnya.

Destinasi ke-6

Tanjung Aan

Tanjung Aan

Lokasi Tanjung Aan ini bersebelahan dengan jalur ke Bukit Merese, tetapi sambil menunggu waktu yang tepat buat naik, duduk duduk santai dulu disini sambil makan  ke-siang-an di rumah makan (satu-satunya?) di depan pantai.

Ngga banyak kegiatan juga yang kami lakukan disini selain makan siang, duduk duduk santai depan pantai, dan tentunya foto foto. Ngga ikutan main air karena malas buka alas kaki, hahaha, saking bersiapnya buat naik ke Bukit Merese.

Tanjung Aan

Ah, di tanjung aan ini juga terdapat ayunan besar seperti ayunan yang lagi nge-hits di Gili Trawangan. Tetapi nyebelinnya, nih ayunan di-desain buat bule bule kali ya, orang asli macam saya dkk butuh perjuangan banget buat duduk di ayunan tersebut. Yaaa, tetapi demi eksistensi dan mendapat foto yang oke, gapapalah.

Tanjung Aan

Tanjung Aan

dreamy effect~ pardon my messy hair

Tanjung Aan

Ngga usah dikomenin yaa saya di pantai pakai sepatu, hahaha

 

Destinasti ke-7

Bukit Merese

Bukit Merese

Menjelang sore, baru kami memulai penanjakan yang alhamdulillahnya masih punya tenaga buat nanjak :))

Beberapa bule sudah duluan beranjak naik dan meninggalkan rombongan kami yang sibuk naik bukit dengan bawaan snack dan minuman di tangan kanan dan kiri *berasa piknik*

Sampai di atas ternyata hanya kami yang berada disana. Bule-bule yang mendahului kami ternyata memutuskan menikmati sunset dari spot yang berbeda. Baguslah kalau gitu ya, lagi-lagi berasa bukit milik sendiri.

Bukit Merese

Menanti Sunset

Bukit Merese

Setelah puas foto-foto, yang kami lakukan cuma duduk duduk santai, menikmati snack dan minuman yang kami bawa masing-masing, dan nyanyi.

Hooh nyanyi.

Si teguh bawa speaker meeeeenn, hahahahaha juara!

Tetapi semua lagu kekinian yang dia putarkan itu tiba-tiba kalah sama karaokean nostalgia macam lagunya Diana Nasution. Lagu galau yang diteriakan sekuat tenaga, bercampur sama curhatan, huahahhaa.

Ngga ngerti lagi sama kelakuan kami saat itu. Ngelepasin stress sama rada-rada stress beda tipis sih memang. Setelah lelah teriak-teriak pun pada ambil spot masing-masing, bergelaparan di bukit, apalagi sambil memejamkan mata, rasanya saat itu saya ngga mau pulang.

Bukit Merese

Teguh -si pembawa speaker-

Bukit Merese

Tersadar ketika seorang teman ada yang bilang

“Udah ah balik, lama-lama masuk angin gue”

………

Iya sih ya, anginnya udah jauh dari rasa semilir dan kami pun menyerah buat balik ke hotel.

Masih ada 1 perjalanan lagi di Lombok dan terlalu sayang kalau saya gabungkan ceritanya disini.

Plus saya masih menunggu hasil jepretan foto teguh di destinasi terakhir karena saya sama sekali ngga bawa kamera saat itu. Ngga seru kan kalau ngga ada foto, nanti dibilang “no pict = hoax” lagi.

Ditunggu part selanjutnya ya-

 

 

p.s. maap yak edisi kali ini banyakan foto saya-nya, hahaha dan asli itu candid karena saya beneran ngga bisa pose *peluk temen-temen yang berhasil motoin secara oke* ah, beberapa foto ada yang saya ambil dari kameranya Welly, thx wel!

Advertisements

6 thoughts on “Explore Lombok part II – Bukit Tunak, Tanjung Aan, Bukit Merese

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s