#OhayaouJapan Final Day – The Spirit of Tokyo part II (Meiji Shrine-Odaiba-Tokyo Tower)

Chapter : Travel

Jauh banget ya jeda antara postingan #OhayouJapan terakhir dengan yang ini, malu sih sama draft nongkrongnya udah kelamaan, dan ngga selesai juga.  hahaha. Yowislah, #OhayouJapan final day harus dituntaskan.

Lanjutkan!

May 25th, 2014

Destinasi #1

Meiji Shrine

Meiji Shrine

Meiji Shrine atau Kuil Meiji merupakan kuil shinto tertua di Tokyo. Lokasinya ngga jauh dari Stasiun Harajuku, yaa walaupun kalau jalan kaki lumayan sih tapi karena banyak foto jadi lupa buat capek. Tadinya tempat ini belum masuk itinerary, tetapi waktu ketemu sama Mba Novri di Shibuya sabtu malamnya, dia bilang saat weekend (kalau kami beruntung) dapat melihat prosesi pernikahan tradisional Jepang disana.

and yes, kami beruntung. aaaakk >.<

Japanese Traditional Wedding at Meiji Shrine

the WEDDING!

Pasangan pengantin bakal mengelilingi kuil dan pas banget saya menyaksikan mereka berkeliling dari awal keluar sampai masuk ke kuilnya. Fyi, yang ambil foto atau video mereka itu banyaaaak banget, pintar banget ya ngejadiin peristiwa sakral seperti ini jadi objek wisata, and FREE!

Meiji Shrine

Meiji Shrine

Make a Wish

Oh iya, waktu baru keluar stasiun Harajuku, kami sempat ketemu sama warga lokal yang cosplay ala lolita gitu. Langsung deh teman saya minta foto bareng dan pas banget kostum kami hari itu edisi #CintaIndonesia. Btw, mereka senang kok diminta foto bareng, asal mintanya baik-baik mereka ngga masalah.

Kebaya vs Harajuku

Kebaya vs Harajuku

Destinasi #2

Odaiba

Odaiba merupakan salah satu pulau buatan di Tokyo. Sempat ingin dijadikan pelabuhan, namun Odaiba malah berkembang menjadi distrik bisnis dan hiburan (dari kantor Fuji Station TV sampai berbagai shopping mall) yang akhirnya menjadi salah satu spot wisata buat para turis.

Rainbow Bridge Odaiba

Odaiba

Hal yang paling identik dengan Odaiba tentunya Rainbow Bridge dan Statue of Liberty (replika pastinya) yang beda tipislah sama pemandangan Liberty di USA. huehue. Tetapi yang membuat saya bela-belain kesini adalah Daikanransha, ferris wheel terbesar kedua di Jepang daaaan Gundam ukuran asli! Skala 1:1, full size! iya, FULL SIZE.

Aaaaakkkkk >.<

Waktu paling bagus kesini menurut saya sore hingga malam hari, menikmati perjalanan naik kereta yurikamome line (saya sarankan duduk di gerbong paling depan atau paling belakang), menikmati sunset, menonton aksi gundam raksasa dan berakhir dengan menikmati pemandangan malam Tokyo dengan naik ferris wheel.

Rainbow Bridge Odaiba

Sunset at Odaiba

Soal nonton aksi gundam itu sebenarnya ngga direncanakan. Habis foto foto, ngeliat banyak orang pada duduk berserakan depan gundam dan sok aja ikut ikutan ngemper, eeh ngga lama kemudian film gundam diputar di layar besar dan gundam raksasa mulai menyala dan bergerak!!

Sumpah. Keren banget. BANGET.

Kalau kalian datang cuma buat foto tanpa menonton, duh nanti nyesel. Saya ngga tau jadwal pastinya kapan aja, yang pasti saat itu mulai jam 7 malam waktu setempat.

Gundam at Odaiba

Giant Gundam

Penutup jalan-jalan kami hari itu benar berakhir dengan naik Ferris Wheel (operation hour from 10 AM to 10 PM), karena naik Tokyo Tower dan Tokyo Sky Tree kemalahan, makanya ketika disuruh membayar ¥ 3080/cabin atau sekitar ¥ 600an/orang, saya langsung mau aja.

Saya ngga sempat buat muter-muter ke tempat lain, karena sebenarnya udah cukup gempor ya jalan kaki dari Patung Liberty menuju Gundam di DiverCity Tokyo Plaza, dan ngga kepikiran juga buat ngiderin mall (di Jakarta juga banyak). Tapi serius deh, kalau kalian punya banyak waktu lebih, mampir ke Fuji Station TV atau ke museum-nya juga menarik.

How to get there from Akihabara or Tokyo Station

1. By train, JR Yamanote Line (outer loop) to Shimbashi Station, 8 mins, ¥ 160 from Akihabara Station or 4 mins, ¥ 140 from Tokyo Station (JR Pass holder gratiiss).

2. Take Yurikamome Train to Odaiba-Kaihikoen Station, 13 mins, ¥ 320

May 26th, 2014

Hari terakhir keliling Tokyo sebelum balik lagi ke Jakarta malam harinya. Masih sebatas ngiderin Akihabara dan memutuskan ke ikon wajib dikunjungi ketika berada di Tokyo.

Destinasi #3

Tokyo Tower

Tokyo Tower

Tokyo Tower

Lagi-lagi kami memutuskan untuk tidak naik ke atas karena selain waktu yang mepet yaa apalagi kalau bukan mahal. HAHA (main observatory ¥ 900, main+special observatory ¥ 1600).

Tokyo Tower ini sebenarnya keliatan darimana mana karena warnanya yang merah menyala. Tetapi tetep lho, menuju kesananya setelah keluar stasiun, jauh aja.

Stasiun terdekat dengan Tokyo Tower itu Subway Onarimon Station (jalan kaki ala orang Indonesia sekitar 10 menit), untuk pemegang JR Pass yang mau bela-belain gratis naik kereta JR, stasiun terdekatnya Hamamatsucho Station, berdasarkan info jalan kakinya 15 menit, yaa kalau yang jalan kaki orang Indonesia bisa 20 menit lebihlah, ppfftt.

SONY DSC

Walaupun jalan kaki cukup jauh, rasanya senang-senang aja karena selain cuaca cerah, udara sejuk plus semilir angin, pejalan kaki disini diberikan tempat yang luas, memadai, ngga pake acara diserobot tempatnya oleh PKL apalagi motor.

Processed with VSCOcam with a5 preset

SONY DSC

Oh I’m so happy!

SONY DSC

My travel buddies

Setelah balik dari Tokyo Tower, ngider-ngider Akihabara (hooh, ngider lagi) sebentar buat makan siang, langsung balik ke hostel untuk kemudian langsung menuju bandara buat balik ke Jakarta, huhuhu sebulan lagi disini boleh ngga?

Pesawat kami terbang ke Jakarta jam setengah 12 malam, tapi kami langsung cus menuju bandara sebelum rush hour biar agak legaan di kereta, secara geret koper gede dan banyak bawaan juga ya.

Oiya, kalau kalian mau beli Tokyo Banana buat oleh-oleh, beli aja di bandara, harganya sama kok ¥ 1000 (fyi, tokyo banana yang halal itu cuma tokyo banana pie, selebihnya ngga ;p) Selain tokyo banana, beli juga calbee jagabee potato stick, enak parah soalnya, haha.

Perjalanan menuju KL (tempat transit) selama hampir 7 jam dipikir akan nyaman seperti perjalanan berangkat. Nyatanya ngga. Boro-boro dengerin lagu di ipod, tidur aja sulit. Turbulence paling parah yang pernah saya alami, mata terpejam tapi badan sama tangan gemetarnya minta ampun. Takut ketika pramugarinya pada panik berlari sambil berteriak “fastened your seat belt”

Kalau ingat kejadian itu rasanya jadi takut naik pesawat jarak jauh. Tetapi kalau ditanya mau balik lagi ke Jepang atau ngga, pasti mau, dan akan (amiiin!). Masih mau menikmati momiji saat musim gugur, masih mau hanami-an di bawah pohon sakura, masih mau nonton konser cnblue di tokyo dome, dan masih mau main ski di sapporo, hihihi.

Haaah! selesai juga menceritakan pengalaman liburan di Jepang tahun kemarin, semoga infonya bisa membantu yaa bagi yang mau kesana. Ngga perlu takut mahal, setiap rupiah dan yen yang kalian habiskan disana itu worth it banget.

Yuk mulai cari tiket promo lagi kesana 😀

Advertisements

16 thoughts on “#OhayaouJapan Final Day – The Spirit of Tokyo part II (Meiji Shrine-Odaiba-Tokyo Tower)

    1. iyaa ada kertas khususnya lynn, trus ntar diiket gitu di tali-tali yang disediain, nanti kita ngasih sesuatu buat timbal baliknya, ga mesti uang sih, tp rata-rata orang2 pada ngasih uang, hehe

  1. Waaa iriiii.. Aku aja belum pernah ke Jepang kaaak, Masih angan2 semataaaa. Postingan kamu bisa jadi guidance aku juga nih. Thx for sharing! 🙂

  2. Meskipun hari terakhir tapi sempet-sempetin ngider. Sayang udah jauh-jauh tapi ga banyak foto-foto. 😀

    Yang paling keren nonton pengantin di kuil itu. Ga selalu dapet momen kayak gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s