#OhayouJapan Day 5 – Bring Back the Good Old Days (Museum Fujiko F Fujio-Kawagoe)

Chapter : Travel

Once in a lifetime, I want to make a story that will remain forever in everybody’s heart.

Fujiko F Fujio

and yes. He finally did.

Teruntuk saya, dan ribuan anak kecil lain yang menikmati karyanya (terutama serial Doraemon), I just wanna say thank you sir!

May 23rd, 2014

SONY DSC

Siapa disini yang ngga pernah sekalipun nonton Doraemon? siapaaa?! duh sedih kalau belum.

Layaknya anak-anak kecil akhir tahun 90-an, saya pasti setiap minggu pagi jam 08.00 duduk manis depan TV menonton Doraemon. Acara TV yang masih setia ditayangkan di hari dan jam yang sama walaupun sudah lebih dari 20 tahun lamanya, ngalah-ngalahin cinta fitri dan tukang bubur naik haji.

Begitu kuatnya sihir Doraemon di seluruh dunia, sang pembuat karakter yakni Fujiko F Fujio sudah dianggap seperti legenda di negara asalnya. Dibuktikan dengan dibuatnya Museum Fujiko F Fujio khusus untuk menghormati beliau dan menghargai setiap karya yang dihasilkannya.

Tentunya kalau kalian ke Jepang dan mengaku sebagai fans Doraemon, jalan-jalan ke Museum Fujiko F Fujio wajib masuk ke dalam list tempat yang harus dikunjungi.

Destination #1

Fujiko F Fujio Museum

Hal yang wajib kalian ketahui sebelum datang ke tempat ini adalah tiket tidak dijual on the spot.

Kalian harus membeli tiket sebelumnya di minimarket Lawson manapun yang berada di Jepang. Fyi, untuk membeli tiket museum ini harus melalui mesin Loppi yang semua tulisan tertera di mesin menggunakan huruf Kanji dan Hiragana.

Beruntungnya, teman saya mau membantu memesankan tiket museum secara online plus kasih tau langkah-langkah dan foto-foto tombol mana saja yang harus saya pencet di mesin Loppi agar struk keluar. Alhamdulilah sih struk keluar dengan selamat dan berhasil ditukarkan dengan tiket asli.

Untuk kalian yang ngga punya teman buat memesankan online atau ngga bisa baca huruf kanji, eiits jangan sedih.

  1. Minta tolong dengan resepsionis hostel tempat kalian menginap agar menuliskan dengan huruf kanji/hiragana tanggal dan jam berapa kalian mau datang, jumlah tiket, dan nama kalian. Jaga-jaga kasir Lawson ngga bisa bahasa Inggris
  2. Kasih note hasil bantuan resepsionis ke kasir Lawson biar dibantu menggunakan mesin Loppi
  3. Bayar 1000 Yen ke kasir dan tadaaa dapat deh tiket museum asli

note: Museum closed on Tuesday.

Waktu berkunjung ke Museum ini dibagi 4 sesi. Jam 10.00, 12.00, 14.00, dan terakhir jam 16.00. Saran, hindari weekend biar ngga terlalu ramai pengunjung (susah kan foto-fotonya >.<) plus pesan tiket dari beberapa hari sebelumnya, takut kalau waktu yang kalian mau tidak dapat dan terpaksa merubah itinerary.

Expression

Expression

How to get there from Shinjuku Station:

  1. Take Odakyu Odawara Line Express to Noborito St, 19 mins, 210 Yen
  2. From Noborito St take a shuttle bus to Fujiko F Fujio Museum, 10 mins, 210 Yen
Noborito Station

Noborito Station

Pastikan kalian jangan salah keluar stasiun ya, tanda meyakinkan kalian menunggu bis di tempat yang tepat itu kalau kalian disuruh antri di barisan seperti foto dibawah ini, dengan jejak kaki nobita dan doraemon. Lucu kan?

Stand in the queue please

Stand in the queue please

dan melihat smoking area di depan kalian seperti ini

Smoking Area

Smoking Area

Ketika bus-nya datang pasti kalian lebih terkagum-kagum lagi dengan bus-nya. Semua bergambar dengan tokoh ciptaan Fujiko F Fujio. Ngga cuma luar bus yang bikin gemes, bahkan dari kursi, pegangan bus, sampai tombol berhenti semuanya bergambar! cuteness overload >.<

Kawasaki City Bus

Kawasaki City Bus

the bus

the bus

SONY DSC

P-man

Pintu tepat dibuka jam 10.00 pagi dan ketika masuk mereka langsung memberikan audio guide layaknya walkie talkie sebagai pemandu kita saat mengelilingi museum. Tenang aja, bahasa Inggris kok bukan bahasa Jepang 😀

Langsung memasuki Exhibition Room yang merupakan ruangan untuk menampilkan karya-karya asli beliau. Entah itu foto, video, maupun lembaran komik. Jangan lupa audio guide-nya didengarkan biar ngerti dengan foto-foto yang dipamerkan. Kalian juga bakal melihat ruangan kerja beliau, lengkap dengan alat gambar yang bertebaran di meja, plus perpustakaan yang penuh dengan buku-buku koleksinya.

Attention: Dilarang memotret ataupun mengambil video saat kita berada di Exhibition Room, History Road, Fujiko F Fujio’s Study, Animal’s Room.

Kalian baru bebas mengambil foto ketika tidak lagi di area terlarang tersebut.

Reading Room

Reading Room – Manga Corner

SONY DSC

The kids

Jangan lewatkan untuk menonton film pendek di Fujiko F Fujio Theater. Dijamin ngga diputar dimanapun 😀

collage_20140825081636730

Menuju halaman luar dan saatnya sesi foto-foto dimulai! Semua hal yang kita lihat di serial TV ataupun komik pop up ke dunia nyata. Dari karakter, sampai benda-benda seperti pintu kemana saja dan tiga pipa abu-abu yang sering dijadiin basecamp sama Nobita dkk.

SONY DSC

Knock.. knock.. Hello? who's there?

Knock.. knock.. Hello? who’s there?

collage_20140824210348439

SONY DSC

Peluk-peluk doraemoooonn >.<

Terlalu banyak foto saya ngga sih? huhu sorry, susah book ngambil pas sepi >.<

Dari rooftop bisa terlihat juga pemandangan kota Kawasaki. Keliatan banget kalau sekarang lebih banyak berdiri apartemen-apartemen. Kebayang ngga mungkin dulu sewaktu Fujiko F Fujio muda kawasan tempat dia tinggal ini lebih banyak rumah-rumah seperti di serial Doraemon dibandingkan apartemen.

SONY DSC

SONY DSC

Ada juga lho Doraemon cafe disini, pastinya makanan dan minumannya lucu-lucu >.< Sayangnya waktu ngeliat harga di menunya mahaaaal, nyerah deh. Melipir ke jajanan dorayaki saja :))

Menu di Doraemon Cafe

Menu di Doraemon Cafe

The famous Dorayaki

The famous Dorayaki

Mau beli oleh-oleh sebagai tanda kalau beneran pernah kesini? bisaaa. Ada toko khusus yang menjual pernak pernik semua karakter ciptaan beliau. Kebetulan yang saya fotoin hanya Doraemon saja.

Souvenirs

Souvenirs

destination #2

Kawagoe

Banyak orang yang tidak memasukan Kawagoe sebagai kota wisata yang perlu dikunjungi ketika liburan ke  Jepang. Tidak tahu atau tidak kenal bisa jadi salah satu alasannya. Tetapi dari pertama buat itinerary saya langsung memasukkan Kawagoe sebagai destinasi yang pengeeeen banget saya kunjungi.

Salahkan We Got Married – Yongseo Couple yang keliatan asik banget waktu jalan-jalan kesini, jelajah kota yang penuh dengan makanan berbau ubi a.k.a sweet potato a.k.a goguma (I’m a goguma lover too >.<)

Selain terkenal dengan sebutan kota ubi, Kawagoe juga sering disebut Little Edo or Little Tokyo. Masih banyak bangunan tua tersebar di jalanan yang dindingnya terbuat dari clay mengingatkan pada bangunan masa Edo dulu.

Jarak dari Tokyo ke Kawagoe tidak jauh, cukuplah one day trip. Atau kalau mau maksa kayak yang saya lakukan, dari Kawasaki langsung ke Kawagoe,  half day trip bolehlah.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Kalau mampir ke Kawagoe, pastikan kalian mengunjungi Kurazukuri Area. Jalanan panjang dimana kanan kirinya penuh dengan bangunan berdinding clay yang menjual berbagai macam makanan, snack, dan barang-barang lainnya. Hasrat yang suka foto-foto bakal terpenuhi karena banyak banget objek menarik buat difoto (dan saya malah sibuk cari jajanan).

SONY DSC

SONY DSC

The most memorable moment itu ketika berhasil menemukan penjual ice cream goguma yang waktu itu pernah dikunjungi sama Yongseo Couple. Ouh yeeaah! Ada 3 rasa, vanilla, vanilla-goguma, dan goguma. Ngga perlu ragu, langsung pilih goguma (warna es krimnya beneran ungu!) percaya deh  ice cream ubi ungu a.k.a goguma itu super duper enak.

dan penjualnya juga tahu kalau tempatnya jadi makin terkenal karena pernah didatangin artis. Lihat kertas pink yang ditempel di patung anjing dan dipajang depan tokonya, menandakan kalau Yonghwa CNBLUE dan Seohyun SNSD pernah nyobain ice cream ini juga 😀

SONY DSC

Oh ya, letak toko ini cukup tersembunyi, kalian ngga akan menemukannya di pinggir jalan raya Kurazukuri. Kalau kalian menemukan Toki no Kane (Time Bell Tower), tokonya ada di belakang tower tersebut, sebelah kiri jalan. Penampakan tokonya seperti yang di atas ya.

Toki No Kane

Toki No Kane – Time Bell Tower

SONY DSC

Ah, selain nyobain goguma ice cream, Yongseo Couple juga meracuni saya untuk membeli snack goguma yang waktu itu mereka beli juga. Hahaha gampang kehasut banget.

Toko yang menjual snack goguma

Toko yang menjual snack goguma

Tidak sulit kok mencari tokonya karena mereka terletak di pinggir jalan raya Kurazukuri. Perhatiin aja tanda-tanda tokonya. Saya membelikan titipan teman saya yang kangen banget makan snack ini. Saya ngga ikutan beli karena terlalu manis >.<  *say thanks to tester* Tetapi ketika membeli kue goguma yang bentuknya benar-benar mirip ubi (Kiri Imo), sumpah itu enak! huwaaaa nyesel cuma beli sedikit, abis ngga ada tester-nya :((

Kiri Imo yang sumpah enak banget

photo cr to Putri

IMG-20140523-WA0025- crop

Oleh-Oleh Goguma titipan teman 😀

Saya sudah pernah cerita belum sih kalau cowok Jepang itu banyak yang unyu-unyu? #eaaaa. Waktu saya lagi motret Rickshaw, tanpa sadar tiba-tiba si penarik Rickshaw langsung menyapa saya dalam bahasa Inggris dan menawarkan untuk mengantarkan keliling Kawagoe memakai jasa dia, uugghh seketika bengong sejenak karena penarik Rickshwa-nya unyu berat >.<

Rickshaw

Rickshaw

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Menemukan Shrine

Menemukan Shrine

How to get there from Shinjuku Station :

  1. By train, JR Yamanote Line to Ikebukuro St, 9 min, 160 Yen, covered by JR Pass
  2. Ikebukuro St to Kawagoe St by Tobu Tojo Line Express, 36 min, 470 Yen

Berhubung saya langsung dari Kawasaki (Noborito Station), saya memutuskan tidak menuju Kawagoe Station tetapi Hon-Kawagoe Station, closer to the Kurazukuri Area than Kawagoe Station. Perubahan stasiun pemberhentiannya dadakan, melenceng dari itinerary. Sewaktu keluar stasiun, teman-teman saya langsung bertanya

terus kita kemana pres? kita naik apa? bus apa jalan kaki? jauh ngga sih ke tempat yang lo bilang itu?

Saya sama sekali ngga tau dan blank seketika waktu disuruh jawab. Bolak-balik baca peta ngga berhasil, bolak-balik nanya orang ngga ada jawaban pasti. Ujung-ujungnya ngikutin aja orang banyak pada jalan dan mulai ada harapan ketika sampai di jalanan besar yang sepertinya tampak di peta.

Crea Mall Shoping Street

Crea Mall Shoping Street

Permasalahannya ngga berhenti sampai disitu, kami masih bingung mengikuti jalanan yang ada di peta. Nyalain google maps juga percuma kok kayaknya ngga mengarah ke tujuan yang benar.

Akhirnya jauh-jauh saya tanya sama teman saya Putri Avicenna yang waktu itu pernah datang kesini juga. Huwaaaaa terharu seketika waktu dia mulai mengarahkan saya walaupun hanya lewat foto-foto via whatsapp. Mengarahkan ke Kurazukuri Area sampai tempat-tempat yang saya kunjungi di atas. Thanks a lot Put!

Tips: It’s better to get there from Shinjuku St and stop at Kawagoe St, you can find Tourist Information Centre there. Berhenti di Hon-Kawagoe Station mengacaukan patokan-patokan yang telah saya hafalkan sebelumnya *sigh* but it’s okay, tersesat dalam perjalanan itu wajar kan?

Masih berniat ke Candy Alley dan Honmaru Goten, tetapi sayangnya waktu makin sore dan tenaga kami mulai habis perlahan karena kebanyakan jalan kaki (umur twenty something tapi mulai renta) jadi kami putuskan untuk balik ke hostel dan kembali memasak makan malam disana.

**Biaya yang dihabiskan di hari kelima:

  1. Transportasi : 1000 Yen (top up Suica)
  2. Makan, cemal-cemil, jajan : +- 1500 Yen (lebih dari 50% digunakan untuk ngemil dan jajan >.<)

Total : 2500 Yen

つづく

to be continued

Advertisements

3 thoughts on “#OhayouJapan Day 5 – Bring Back the Good Old Days (Museum Fujiko F Fujio-Kawagoe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s