Indahnya Berbagi, Bukan Meminta

Chapter : People

Bulan Ramadhan.

Dimana semua umat muslim (seharusnya) berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, termasuk berbagi berkah bukan?

Nyatanya, kebaikan tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak semestinya.

Selama bulan ramadhan ini, entah berapa kali saya kedatangan tamu tak diundang yang ingin menemui Atasan saya.

Alasannya bermacam-macam, saya tau mereka banyak bohongnya dibanding benarnya.

Mengaku sebagai tetangganyalah, mengaku teman SMA-nya lah, dan alasan tidak penting lainnya.

Tujuannya cuma satu, minta THR sama Atasan saya.

Yang membuat kesal lalu apa? karena mereka terus datang, datang, dan datang lagi di kemudian waktu untuk keperluan yang sama.

Ngeselin ga sih, ketika lo berusaha untuk mencari penghasilan dengan berbagai macam pekerjaan, di satu sisi lo menemukan orang yang kerjanya terus-terusan meminta.

Tiap bulan datang hanya untuk meminta uang. Laah dipikir gaji bulanan kali yaa.

Untungnya selama bulan Ramadhan ini Atasan saya mobile banget. Ada aja pekerjaan yang menuntut dia untuk bekerja di luar ruangan.

Jadi ga bohong jugalah ya kalau saya selalu (ngeles) mengatakan Atasan tidak pernah ada di ruangan ;p

Saya ga menyalahkan orang yang ingin berbagi rezeki, saya juga tidak menyalahkan si penerima rezeki.

Yang saya permasalahkan adalah adanya oknum si peminta.

Lebih enak tangan di atas bukan daripada tangannya terus menengadah di bawah?

gambar diambil dari sini

Advertisements

One thought on “Indahnya Berbagi, Bukan Meminta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s