F for Family

Chapter : Personal

Saya bukan orang yang gampang nangis kalau menonton film atau drama romantis, walaupun adegannya sangat meyayat hati (tsaaah bahasanya). Yaa walaupun nangis itupun sebatas keluar air mata sedikiiit saja atau sekedar mata berkaca-kaca. Itupun lebih banyak keluar air mata gara-gara menonton drama dan film Korea atau Jepang.

Tetapi, semua aturan nangis-itu-susah tidak berlaku kalau saya lagi menonton adegan film, drama, atau reality show sekalipun jika cerita menyangkut tentang keluarga. Saya tahu banget kalau acara itu kebanyakan fiktif, dibuat-buat, tetapi tetap saja saya bisa nangis bombay atau nangis kejer waktu menontonnya. Ga peduli film asal Korea, Jepang, bahkan India sekalipun.

Tahu film India yang judulnya Kabhi Kushi Kabhie Gham? tiga kali nonton tiga kali saya nangis! (ya kalau mau tertawa silahkan).

Tahu drama Jepang 1 Liter of Tears? kalau judulnya bilang 1 liter air mata, mungkin 1 liter juga tangisan air mata saya menonton 10 episodenya (bukan lebay).

Hello Ghost? Film asal Korea yang baru-baru ini diputar di salah satu bioskop Indonesia, tahu? berapa puluh tisu saya habiskan di menit-menit terakhir filmya hanya untuk mengelap air mata (dan yaa kalian tahulah selain ngelap air mata ngelap apalagi ;p). Untungnya tidak menonton di bioskop, malu kan kedengeran nangis di dalam bioskop.

Intinya sih saya paling ga tahan ngeliat adegan sedih di film/drama yang ada hubungannya tentang keluarga. Entah mengapa pasti langsung berpikir kalau saya yang jadi tokoh tersebut dan kehilangan keluarga, pasti langsung ga terbendung air matanya.

Ini saya doang yang berpikiran seperti itu atau ada orang lain juga ga sih?

dan, herannya saya kok ga mempan ya dengan suguhan tayangan sedih mendayu dayu tentang keluarga ala Indonesia? ;p

Advertisements

8 thoughts on “F for Family

  1. Wah, saya belom pernah nonton “1 Liter of Tears”. 😦

    Jujur aja, saya ini mudah terbawa perasaan saat nonton pilem. Makanya saya gak kuat kalo nonton pilem genre drama ato percintaan. Kalo ada adegan menyedihkan (banget) bawaannya pengen nangis melulu. 😥 Pernah saya (waktu nonton sendiri di kamar) nangis hanya karena nonton anime.

    Masalah lain adalah, setelah nonton film yang sedih atau yang bad ending, sering terbawa pada mood saya selanjutnya. Seperti saat saya nonton sebuah anime atau film yang berakhir nggak enak, bisa dipastikan saat selesai nonton saya nggak bergairah melakukan pekerjaan. Rasanya hati itu galau, gak menentu. ini benar2 terjadi pada saya. :mrgreen:

    1. waaaah… saya ga sendirian! huehue..
      pernah juga lho nonton anime nangis, tp nangis karena kebanyakan ketawa (ouran high school)

      tapi ga sampe kebawa ke gairah ngerjain sesuatu si, ga jadi sampe galau ;p

      btw, 1 liter of tears tuh recommended to watch lho..
      secara itu kisah nyata, pastinya nangisnya lebih bombay

  2. gag pria maupun wanita……klo menonton suatu film (cat: klo dia konsen dgn film tsb)…..pasti akan trbawa juga emosinya…..tawa, sedih, haru, bercampur menjadi satu….(cat: ini klo tuh film bagus ya)…..klo gag bagus….ujung2nya psti ketiduran dech…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s