Mau dan Tidak Mau Ditanya, Weekend – 10

Chapter : Personal

Kenapa? ada masalah apa?

*mendapat pertanyaan seperti itu dari teman waktu ngeliat muka kita lagi ga enak*

Rasanya bisa senaaaangg banget ketika kita ditanya seperti itu tanpa bercerita masalah kita sedikitpun.

Merasa senang untuk ditanya.


Tetapi ada kalanya, sewaktu ditanya tentang sesuatu yang kita tidak suka, bawaannya langsung kesal.

Malas menjawab, bahkan malas menanggapi sedikitpun.

Saya, jika bertanya kepada seseorang selalu mencoba memposisikan diri sebagai “penjawab“.

Berpikir jika saya menanyakan seperti ini, apakah orang tersebut akan senang, biasa saja, atau bahkan kesal.

Tentunya bertanya di waktu yang tepat pula.

Saya, tidak akan bertanya jika saya tidak mau menjawab pertanyaan yang sama.

Ga lucu kan mahasiswa abadi (lebih dari waktu normal kuliah) ditanyain pertanyaan seperti ini.

Kapan lulus?

Atau ga orang yang sudah berumur lebih dari ideal untuk menikah, ditanyakan..

Kapan nikah?

*pemberitahuan : 2 contoh itu bukan curcolan pribadi. serius.*

Sama malasnya saya kalau ditanya;

Apa kabar skripsi? dah sampe bab berapa?

-_____________-

Advertisements

8 thoughts on “Mau dan Tidak Mau Ditanya, Weekend – 10

  1. *menghela nafas*
    Saya pun lama2 kesal juga kalo ditanya “kapan lulus?” oleh orang lain yang bukan teman seangkatan saya.. 😐
    Kalo ditanya ama teman seangkatan, saya masih bisa nerima.

  2. hahahaha..
    setujuuuuuuuuu..

    tapi..y tiulah..suka g suka kita tidak bisa membungkam mulut2 orang yg suka nanya begituan ,,hehehe..

    eh Real Madrid menang Copa del Rey.. (kalo ini memberi kabar gembira..hehhehe :p )

  3. BENER SETUJU BANGET SIL!
    sama kaya kalo ada pertanyaan (untuk minggu ini dan beberapa minggu ke depan) ):

    “Tubes mata kuliah ini udah berapa persen, tir? ”

    cih. males.

    #curcol

  4. Cara berfikirnya defensif itu Sil…
    Kenapa ga berfikir positif aja, mungkin mereka nanya yang ngga appropriate karna kamu jadi ngga nyaman. Ngga nyaman karna mereka membangunkan self awareness nya kamu. Kamu jadi defensif, karena sesuatu yang belum kamu capai πŸ™‚

    Anggap aja mereka mengingatkan kamu…
    Artinya mereka care sama kamu, ya ga.. hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s