Gomawo, Weekend – 3

Chapter : People

S (saya): eh, lo cocok kok kayaknya kalo buka konsultasi. ahaha
S: dari kapan tau gue cerita sama lo, lo banyak mengeluarkan kata-kata bijak
S: coba gue? mana pernah
D (dia): ahhh
D: gak juga, gue cuma mencoba buat mengerti aja dan membuka hati..
S: halah.. ngeles aja ;))
D wkwkwk.. gue cuma jujur aja
D: sesuatu yang mungkin gak pernah lo lakuin..
D: jujur ama diri sendiri
S: iya juga..
S: padahal diri sendiri juga tau kalo mulutnya lagi boong
S: tapi selalu ngeleeeesss mulu
D: keliatan kok
D: gue sering tau kapan lo boong. pas lagi curhat
D: hahahaha
S: =))
S: hooo gitu, mestinya lo bilang langsung dong
S: lo bilang kalo tangan gue lagi nulis yang ga seharusnya
S: “presyl lo boong”
D: percuma
D: gue bilang juga lo gak bakal ngaku
D: tembok lo ketinggian buat dilompati kayaknya.

Teman saya itu, seperti saya ceritakan di atas, sering banget kasih kata-kata bijak, kata-kata bagus, kata-kata yang buat saya berpikir.

Padahal kita sebaya, umur kita cuma terpaut beberapa bulan.

Kalau saya lagi ada masalah, ujung-ujungnya saya selalu mengganggu dia.

Salah dia juga sih yang pernah bilang ke saya ;

anytime lo butuh gue, buzz aja.

Hahahaha.. mungkin dia sekarang menyesal kali pernah bilang begitu ke saya karena terlalu sering saya buzz.. buzz.. buzz..

Sebenarnya banyak kata-kata bagus dari dia yang ingin saya tampilkan, tapi ya sudahlah jangan disini.. sudah terlalu banyak saya memposting kata-kata dia di tumblr. ahahaha.

Hey kamu..

Saya tahu kamu sadar siapa yang lagi diomongin disini.

*tampaknya semua orang sadar kan ya kalau orang yang lagi diceritakan itu dirinya?*

Gapapa deh kalau kamu GR, biar senang dirimu itu dan tidak stress lagi. ahaha.

Yuk ah kita tertawakan lagi semua kesedihan dan kebodohan-kebodohan kita di masa lalu.

Sampai kamu bertemu dengan orang yang baik dan saya bertemu dengan orang yang baik pula.

Gomawooo~

Oh iya, gomawoo = thank you

Advertisements

2 thoughts on “Gomawo, Weekend – 3

  1. tampaknya benar kata-kata yang sering kita dengar, “umur tidak menentukan kedewasaan”
    kalau mnurutku temenmu itu memang lebih banyak pengalaman,
    karena kadang, kedewasaan dipicu oleh berbagai hal yg trjadi dalam hidup kita 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s