Schumi +100

Chapter : Sport

Michael Schumacher (Schumi) balapan lagi! yeeee……

Senang rasanya melihat dia di lintasan F1 lagi setelah 3 tahun pensiun dari dunia balap. Tetapi sayangnya, dia tidak lagi memakai baju merah kebanggan Ferrari. Agak aneh melihat dia memakai baju lain selain baju merah Ferrari, maklum, setelah pensiun waktu itu, dia masih suka terlihat di paddock Ferrari. Dia bergabung dengan tim Mercedes GP (tahun 2008 bernama Brawn GP) satu tim bersama Nico Rosberg. Mercedes GP itu merupakan kepunyaan dari Ross Brawn, mantan mekanik Ferrari yang menjadi orang berjasa dalam membuat Schumi 7 kali menjadi juara dunia. Sedangkan Ferrari, yang tahun ini mendepak Kimi Raikonnen akhirnya merekrut Fernando Alonso.

Nah, di GP Bahrain kemarin malam, GP pertama di tahun 2010,  Schumi yang start dari posisi 7 hanya bisa finish di posisi 6. Ya lumayanlah ya, secara ini balapan pertama dia, setelah lama pensiun. Menurut saya mobilnya belum sekompetitif Ferrari yang menempati posisi 1 dan 2 di GP kemarin. Iya, saya suka Ferarri, saya suka Felipe Masssa. Tetapi kenapa Fernando Alonso yang menang???? (Ah… saya sebal sama dia). Mmph.. itu masih mending sih daripada Lewis Hamilton yang menang (saya lebih sebel lagi sama dia). Balapan kemarin menurut saya kurang seru. Padahal ada 4 juara dunia F1 disana dan pembalap -pembalap lain yang hampir jadi juara dunia (Felipe Massa dan Sebastian Vettel). Mungkin karena masih balapan pertama kali ya, dengan banyak regulasi baru, tentu masih perlu adaptasi. Dan juga, ada beberapa mobil yang masih mengalami permasalahan teknis, jadi belum bisa menyajikan balapan yang sampai salip-salipan seperti balapan di Moto GP.

Kompetisi F1 tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini diikuti oleh 12 tim dengan 24 pembalap, bertambah 2 tim. Tahun ini pula, ada peraturan yang cukup mengejutkan. Selama balapan berlangsung, pembalap dilarang melakukan pengisian bahan bakar. Jadi hanya bisa mengganti ban atau bagian mobil lain jika ada kerusakan. Wah.. pit stop yang biasanya memakan waktu hingga 7-9 detik, jadi lebih cepat lagi sekarang. Mobilpun sekarang jadi lebih berat dan membuat pembalap harus beradaptasi dengan keadaan itu. Hal tersebut juga mengharuskan tim pintar-pintar mengatur strategi soal bahan bakar. Maklum, bahan bakar saat kualifikasi harus sama dengan saat lomba. Jadi ga bisa ngisi bahan bakar sedikit saat kualifikasi biar kencang lalu isi banyak saat lomba.

Balik lagi ke Schumi, saya rasa dia bisa menjadi pembalap yang patut diperhitungkan menjadi juara di kompetisi F1 tahun ini. Walaupun saingannya banyak, saya rasa jika mobilnya bisa dikembangkan lebih baik lagi, pengalaman 7 kali juara dunia pasti bermanfaat baginya untuk menjadi yang terbaik. Yah, kita lihat saja nanti. Biasanya kan makin tua makin jadi ;p

Eh eh, ini postingan saya yang ke-100 lho!

Woooow.. 2  1/2 tahun ngeblog, saya sudah menulis 100 cerita! Lumayanlah ya.. ga dikit-dikit amat. Senang juga rasanya menjadikan postingan ini sebagai postingan ke-100, postingan yang spesial. Maklum, saya sudah lama tidak bercerita tentang olahraga, padahal waktu di awal-awal, blog saya ini kan lebih banyak bercerita soal olahraga. ;p

Advertisements

7 thoughts on “Schumi +100

  1. ada indikasi Schumi tidak mampu jadi juara tahun ini.
    dengar2 orang yang paling berpengaruh dalam hidupnya memberikan peringatan kepada Schumi, “biar lambar asal selamat”

    selamat atas artikel yg ke-100

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s