Korupsi dan Integritas

Cerita Kuliah, Chapter : People

Senin minggu kemarin saya UAS mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Di soal terakhir tersebut, dosen saya memberikan pertanyaan yang garis besarnya seperti ini;

Fraud (salah satu bentuk fraud adalah korupsi) bisa terjadi karena 3 hal. Pressure (tekanan), Opportunity (kesempatan), dan Integrity (integritas/keimanan). Dari ketiga hal tersebut, mana menurut kalian yang paling menjadi penyebab paling besar?

Saya menjawab integrity untuk pertanyaan itu. Alasan paling masuk akal dan singkat adalah integritas seseorang yang baik, keimanan yang kuat, sebesar apapun tekanan dan kesempatan yang dia dapat, tentu dia tidak tergoda. Tetapi berhubung ini adalah soal essay, maka tanpa sadar saya menuliskan hampir satu halaman folio untuk menjawab soal itu. Dari soal alasan, uneg-uneg kekesalan karena ulah koruptor, sampai soal solusi. Hahaha, itupun saya berhenti menulis karena sadar makin lama tulisan tangan saya semakin sulit dibaca *saking menulis dengan kesal dan terburu-buru*.

Berbicara soal korupsi dengan orang-orang pasti bakal berbuntut panjang. Obrolan lebih ke arah ulah para koruptor, siapa saja orangnya, dan udah deh tuh semua umpatan caci maki keluar, yang lebih parahnya, terkadang kita lupa bahwa korupsi harus dicarikan solusinya, tidak bisa hanya mencaci maki saja. Beberapa orang jika ditanya soal solusi mengatasi korupsi mengatakan hukuman untuk para koruptor itu terlalu singkat, tidak sebanding dengan apa yang diperbuat. Lihat saja para petinggi negara kita yang merugikan uang negara hingga milyaran atau triliunan rupiah, paling banter hanya 3-8 tahun. Itu belum dipotong berbagai remisi yang nanti didapat. Begitu keluar dari penjara, mereka tidak kapok untuk korupsi lagi. Lah kalau tinggal di penjara bisa seperti tinggal di hotel kalau diberikan uang sogokan, kenapa harus takut? *nngg.. setelah digrebek kemarin masih bisa lagi ga nyogok?*. Coba bandingkan dengan negara lain yang hukumannya menjadi tahanan berpuluh-puluh tahun hingga seumur hidup.

Di soal tersebut, berdasarkan data dari KPK tahun 2009, dosen saya juga menyebutkan, bahwa lebih dari 50% korupsi di Indonesia berasal dari urusan Procurement (proyek pengadaan barang) dimana 80%nya disebabkan oleh penunjukan langsung supplier tanpa diadakannya open tender! Woow, supplier-supplier tersebut dengan gampangnya memberikan persenan kepada si empunya proyek agar mereka yang menjalankan proyek tersebut. Atau sang empunya proyek yang menawari iming-iming tersebut terhadap supplier. Ckckck.. permainan bisnispun dicemari oleh korupsi.

Koruptor

*gambar diambil dari sini

Tetapi, ada lagi yang suka kita lupakan. Korupsi bukan hanya berbentuk uang, korupsi tidak hanya dilakukan oleh para pejabat atau orang-orang yang serakah akan uang. Korupsi bisa berupa waktu. Nah, sepertinya banyak orang yang melakukan hal ini ya? hahaha.. masuk kantor ngaret, keluar kantor ngebut.

Korupsi juga bisa berbentuk korupsi fasilitas. Memakai mobil ber-plat merah di hari sabtu minggu, memakai komputer/laptop kantor buat internetan pribadi *kalau diizinkan bos gapapalah ya, asal ga berlebihan, saya yakin semua orang melakukannya ;p*, atau memakai/membawa ATK (Alat Tulis Kantor) ke rumah buar keperluan pribadi.

Lalu sebenernya, dengan cara apa sih kita menghilangkan korupsi? intinya sih balik lagi ke pribadi masing-masing. Coba lihat diri kita baik-baik, kita melakukan perbuatan itu atau tidak. Jangan hanya bisa memaki tetapi tanpa merubah prilaku sendiri. Mulai saja dari cara yang kecil, tidak lagi melakukan korupsi waktu atau fasilitas. Kuatkan lagi iman agar tidak tergoda dengan tekanan atau kesempatan besar sekalipun *inget sama dosa*. Kalau untuk korupsi uang, apalagi dalam jumlah besar dan dilakukan oleh para pejabat di negara kita, hukum-pun perlu bermain. Coba ditentukan lagi hukuman yang pantas bagi para koruptor agar mereka mendapat efek jera.Dan yang penting, UANG KORUPSI HARUS DIBALIKIN. Media massa juga harus ikut memberi hukuman dengan cara melakukan pemberitaan yang bisa membuat koruptor tersebut malu terhadap lingkungan sekitar, biar mereka inget, bahwa akibat ulah dia ga hanya dia saja yang merasakan akibat malunya, tetapi juga istri dan anak-anaknya. Apalagi kalau anaknya masih kecil, kan kasian jika diledekin “anak koruptor” terus-terusan.

*gambar diambil dari sini

Selain itu, anak anak jaman sekarang, sedari kecil atau SD harus diajarkan bahwa prilaku korupsi itu tidak baik, jangan sampai mereka melakukan hal tersebut karena melihat orang tuanya korupsi dan menganggap itu sebagai budaya yang diperbolehkan. Mau jadi apa Indonesia kalau penerus bangsanya ikut-ikutan korupsi sedari dini?

Oh ya, saya menulis tentang korupsi ini dalam rangka mengikuti ajakan mas joddie untuk turut serta dalam Anti Korupsi Blogpost Competition yang diadakannya di blognya. Hehehe, sebelumnya saya belum pernah ikut kompetisi menulis apapun, ini adalah yang pertama. Sekalian melatih diri menjadi open writer yang baik 😀

Kalau kalian mau ikutan, hayooo ikutan. Penutupannya sampai tanggal 4 Maret 2010 koq, menang ga menang blog kalian terdaftar di buku yang akan diterbitkan. Lumayan kan? 😀

Advertisements

8 thoughts on “Korupsi dan Integritas

  1. wah ikutan juga toh.. dari beberapa postingan yg gw baca banyak yang menarik yaa.. ada hal yg blom dikupas nih.. gue jadi gatel pengen ikutan :p

    btw fraud ada di auditing juga kan?? :p

  2. Aihhhh, terinspirasi dari soal SIA.. Sama pres, jawaban gw juga kemaren integritas jawabannya, hampir sehalaman penuh segala unek2 gw tentang korupsi soal kasus pengadaan barang itu gw tulis (pusing2 dah tuh dosen baca tulisan gw yang penyusunannya berantakan gitu)..

  3. suka sama paragraf2 yg bilang aktifitas korupsi seperti make atk kantor untuk keperluan pribadi, dll.. sbnrnya kita semua itu korupsi, hanya skalanya aja yg berbeda. namun seharusnya kalo udah menyangkut kepentingan orang banyak, nurani ikut bermain 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s