Nilai Itu Hanyalah Angka

Cerita Kuliah, Chapter : Personal

Nilai nilai UTS yang terpampang di papan pengumuman itu benar benar menggoda saya untuk tersenyum lebar.

Walaupun belum semuanya terpajang (ingat nilai nilai yang lain pres). Sedikit heran karena tidak menyangka bahwa hasil pekerjaan saya mendapat penilaian yang baik.

Teman-teman mulai sibuk berkomentar antara memberi pujian atau menyindir tanda ledekan terhadap saya. Padahal, ketika melihat soalnya lagi saya berkata, “perasaan soal yang ini, yang itu, ngga bisa dijawab, yang soal satu lagi ‘working paper’ ngga ‘balance’. Kok bisa dapat nilai segini ?”

Di satu sisi saya merasa senang *bukan karena sindiran tersebut*, tetapi di sisi lain, saya jadi takut.

Takut jika pada akhirnya, saya tidak mendapat hasil yang menggembirakan, takut jika saya harus memupus keinginan saya untuk duduk di barisan depan kursi wisuda di balairung, dan takut jika harus kembali lagi terjatuh dalam penghinaan orang.

Tulisan ini saya buat murni untuk saya. Iya, karena tulisan ini akan mengingatkan saya untuk tidak hanya ‘ingin’, tetapi ‘akan’ belajar lebih baik lagi, karena masih banyaaakk sekali hal yang tidak saya ketahui, bahkan untuk hal yang kalian anggap mudah sekalipun, mengingatkan saya untuk tidak terlena dan puas dengan hasil sesaat, mengingatkan bahwa saya masih mempunyai keinginan yang belum tercapai dan agar saya lebih rajin mendengarkan penjelasan dosen.

Jangan seperti ini :

Berfoto menggunakan webcam laptop jengay (yang memakai baju merah di depan) disaat kuliah sedang berlangsung dengan jarak hanya 1 meter dari tempat berdiri sang dosen. "Pak.. apakah anda tidak sadar bahwa murid2mu ini sudah sangat bosan mendengarkan anda berbicara terus menerus sejak 3 setengah jam lalu ???"

Berfoto menggunakan webcam laptop jengay (yang memakai baju merah di depan) disaat kuliah sedang berlangsung dengan jarak hanya 1 meter dari tempat berdiri sang dosen.

Ingin rasanya berkata jujur terhadap dosen auditing saya itu, “Pak, anda tidak sadar bahwa murid-muridmu ini sudah sangat bosan mendengarkan anda berbicara terus menerus sejak 3 setengah jam lalu, padahal yang anda jelaskan berbeda dengan materi modul

*Okeh lanjut* jika tulisan ini saya tunjukkan kepada kalian, semata-mata agar pendapat kalian bisa menjadi teguran kepada saya jika suatu waktu saya menjilat omongan saya sendiri.

Memang sih saya sadar banget bahwa IP atau IPK bukanlah hal yang terpenting dalam mencari pekerjaan setelah kuliah, tetapi tetap saja rasanya saya belum puas jika belum mencapai target saya sendiri.

Apa ini yang namanya membutuhkan pengakuan ya? hahaha entahlah. Walaupun sampai saat ini saya masih belum tahu pengakuan seperti apa dan dari siapa yang saya butuhkan.

Advertisements

19 thoughts on “Nilai Itu Hanyalah Angka

  1. Kalo diliat dari tulisannya,, nilainya bagus2 nih.. eniwei selamat yaw.. pertahankan-pertahankan.. haha.. duh gw ntar gimana yah.. kayanya horor gitu kuliah,

  2. haha gile fotonya, coba dosennya dosen bahasa inggris gue, baru ngadep kebawah aja dia udah tau, dikira maen hp. hp geter, ‘i will kill you!’ ‘i am not a killer, im just a murderer!’ uaheuaheuaheua parah deh

  3. hwa… dulu jaman semester awal emang cukup memikirkan juga si laknat IP dan IPK ini… tapi seiring berjalannya waktu dan keberuntungan yang jarang berpihak padaku… akhirnya malah sebodo amat… hehehehe…

    hehehe… dulu gw juga seing tuh poto2 gituh… tapi pake hape… pas dosennya lagi nggak merhatiin mahasiswanya… hihihihi… 😀

  4. [mode nasionalis : on]
    heemm…. bagaimana nasib bangsa kita nanti kalo generasi mudanya seperti ini…
    kuliah sambil foto-foto…
    [mode nasionalis : off]

    jadi pengen kuliah…. 😀

  5. iya, nilai pada ujian sama seperti halnya orang berbicara ttg uang.
    “Bagi saya, uang itu tidak masalah.” (orang yang denger ini pasti nyangka dia sok, sombong, dsb). Tapi ada lanjutannya..
    “Tapi, jumlahnya itu lho yg masalah” Hahahaha… sama aja. Nilai itu ga masalah, jumlahnya itu…

  6. hmmm..iyaa lah presyllll
    niali nya mantab2 bisa bisa nilainya paling tinggi di kelas..
    woooowwwww…

    *btw pres nilali ku hancur niih 😦

    katanya presy__L : huwaaaa jeng !!! Anggaranku koq gitu ?! nyesel gw ngirit2 jawaban., haha.. semangat jeng !! kita sama2 berjuang buat nilai UAS.. okeh ?!

  7. presssss…….
    akhirnya bikin blog lagi gw…
    ini blog gw…link yaaaa….

    hahahaha ego lu..parah amat lagi kul poto2…UI tuh cckckckckck…..

    met kuliah..gw dah lulus..ahahaha
    senangnya pamer2…ahahaha

  8. nilai ujian memang cuma angka. Hidup saya jauh bernilai jika bisa membantu sesama.

    ahh, masih banyak yang bisa diperdebatkan jika mengulas nilai *halah sok serius bener* 😀

  9. jadi.. lo yang mana di foto itu syl??

    pasti yang cuma kelihatan tangan itu ya??hahaha..

    enak nyo kuliah pakaian bebas gitu..kalo bw mesti bebas rapi..ughh..

    (gara2 posting terakhir lo,,gw jadi penasaran liat posting2 yang kelewatan gw baca gara2 hiatus..haha)

    katanya presy__L : yaampun dhi, ini postingan dah setahun lalu masih dicomment aja. hahaha. lah lah? masa muka gw masih ga tau? diriku yang paling kiri, yang lagi megang tas kuning. hehehe. iyalah situ mesti rapi, calon dokter gigi gitu loh.. hahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s