Jangan Berpikir semua hal itu Kecil..

Cerita Sekolah, Chapter : Personal

Keluhan terus datang mencoba menembus pertahanan, tapi harus kukuatkan karena ini tidak akan kuulangi. Masanya tinggal menghitung waktu, ini akan terjadi seperti 2 tahun lalu. Penantian akan berakhir, dan habis sudah kesempatan untuk menjalani hal ini lagi. Tidak akan pernah kulupakan hal2 yang dia ucapkan membuat sakit orang-orang yang berada di sekitarnya. Entah ini akan menyadarkannya atau tidak. Akan terus kubuktikan!! Sampai terlepas dari pikirannya bahwa aku seperti orang yang dipikirkannya, tidak bisa maju, selalu kalah, atau apapun yang telah melukai orang-orang di dekatku. Di depannya akan kami perlihatkan kami yang sebenarnya. Dan akan menunggu walau hanya jadi selintas pikiran, dia menyadari bahwa dia salah.

Lagi liat-liat folder di komputer terus ngebaca salah satu file yang tersimpan. Salah satunya ya ini,  sepenggal doang s,  ditulis 3 tahun lalu waktu saya masih kelas 2 SMA. Ceritanya lagi sebel dengan guru matematika yang sekaligus wali kelas saya. Dulu dia seneng banget sepertinya ngeremehin murid-muridnya yang kurang pintar matematika (termasuk saya pastinya). Mungkin si maksudnya buat nyemangatin kita-kita, tapi yang ada kata2nya menohok melulu. Bikin sebel orang-otang yang denger. Bisa ngerjain soal dikit langsung bilang “tumben“. Dan pada akhirnya setidaknya nilai saya di raport untuk pelajaran itu membuktikan bahwa dia salah. Yayaya.. sekarang si tentu tidak sebel lagi sama dia, tapi tetep aja kalau lagi balik ke SMA, pura-pura ga liat biar ga usah ngobrol sama dia.
Ternyata.. yang ngeremehin orang seperti saya ini bukan dia saja. Bahkan orang-orang yang ‘semestinya harus dekat karena nasib’ (tidak mau menyebutkan hubungan apa) memandang saya dengan seenaknya saja. Entah dari segi materi, gaya, atau segi intelektualitas sekalipun (yg pastinya saya tidak mau mengaku kalah soal ini). Heran.. masih ada ya orang-orang seperti itu? menyangka dirinya paling hebat, paling sukses, lalu memandang orang lain sebelah mata. Mereka kira saya akan tetap begini terus? Menyesal saya bertemu mereka beberapa hari yang lalu. Jadi teringat kata-kata Ruben di beberapa acara TV waktu itu.

Saya tidak butuh **u**r* untuk bisa jadi orang sukses!!”

Tuhan.. tolong bantu saya terus ya..

Dengan Berat Hati.. Judulnya adalah.. afgan-istan

Cerita Sekolah, Chapter : People

Ya.. afgan. Penyanyi pendatang baru yang langsung ngelejit dimana-mana gara2 ‘terima kasih cinta’. Berat hati menceritakannya, tetapi cerita ini bukan tentang kesirikan sayasama dia -bukan..bukan itu-, bukan juga memamerkan kalau dia itu junior saya di FEui, tetapi ini tentang cerita saya yang nonton kisah selebriti di trans 7 setelah moto gp 2 hari kemarin. -lho ??-

Ya.. dan sayatak sengaja ngeliat dia bercerita tentang kisah hidupnya dia. Dari dia SD, yang katanya nyokapnya sampe dipanggil sekolah gara2 dia ga’ pernah ngomong ! ga’ pernah main sama2 temen2nya. Menarik diri dari pergaulan, merasa minder. -walausaya ga’ tau apa yang mesti di-minderin karena dia sendiri jugaga tau-

Cerita dia di SMP, yang katanya 3 tahun yang membuat dia stress. Dikerjain temen2nya, dibilang ‘cupu’, lagi2 menarik diri dari pergaulan. Dan lagi2 tak bercerita tentang alasan mengapa dia seperti itu. Membeli buku ‘stop minder !’ saking bingungnya gimana caranya bergaul.

Berlanjut ke SMA, sama aja. Dikerjain sama kakak2 kelasnya, temen2nya -kaya’nya- cewe2 semua. Klo diajakin main g’ mau, katanya takut ga’ cocok klo pada main sama dia *cupu*. Bahkan cerita cinta terpendam juga dialaminya sejak kelas 1 SMA yang sampai sekarang ga’ berani untuk nyatain perasaannya.Dia juga bilang, kalau dia telah menyia-nyiakan masa sekolahnya yang semestinya dihiasi dengan kenangan tak terlupakan -bukan hanya kisah menyedihkan saja-, karena dia menarik diri dari pergaulan.

hmmm ???
Masa SD saya menyenangkan ! sangat ! 6 tahun tak terlupakan.

Masa SMP saya, 3 tahun yang bercampur aduk. Benar2 menjadi anak kecil beranjak remaja yang mengalami masa transisi. 1 tahun pertama yang tak ingin teringat karena mengalami pengkhianatan, difitnah, dikerjain, dikata-katain di luar batas normal dan beberapa lain yang menyebalkan. Tahun kedua berubah menjadi dominan, puncak dari segala kenakalan 1/4 remaja,, tetap diremehkan walau akhirnya berhasil membuktikan. Tahun ketiga yang akhirnya membuat saya tenggelam dalam kebisingan, merasa tak ada yang mendengarkan, berubah menjadi 145 derajat dari sifat saya sebelumnya.

Masa SMA, di tahun pertama yang masih membawa diri dari tahun terakhir di SMP. Sedikit2 berusaha kembali ke diri saya yang sebenarnya. Hingga puncaknya di tahun kedua dan ketiga yang benar2 memutar balikkan diri saya untuk menjadi ‘saya’. Mengangkat saya dari kata ‘ter-pura-pura-an’.

Dan sampailah saya disini..-tetap di depan komputer- singgah di FE untuk belajar akuntasi yang sejak awal tak disuka-walaupun sekarang harus suka.-
Begitu juga dengan dirinya -afgan- yang memilih untuk kuliahdi FE dan memilih untuk mulai membuka diri pada lingkungan.
Mau dengerin atau download lagunya ??
Sadis,, Klise,, 2 lagu itu cukup jadi lagu kesukaan gw dari semua lagu2 di albumnya..
***saya BUKAN penggemarnya !! -walau lagu2nya bagus- karena saya sempat membencinya ! gara2 dia merokok 4 batang berturut-turut di sebelah meja makan -tempat saya- waktu lagi di kantin !*** uuppss..

Masa Indah Itu Sudah Lewat..

Cerita Sekolah

Lagi mendengar lagu.. Seperti Bintang -yovie & nuno-

andai saja engkau tahu resah ku karenamu
andai aku dibenakmu alangkah indah dunia

Mengingat masa indah itu ada beberapa dan yang terlintas sekarang adalah masa2 indah di SD. Mengapa? karena lagi mendengar lagu ini..

Ada apa dengan lagu ini? karena mengingatkan pada seseorang.

Siapa dia? ada deh… hohoho

Begitu banyak peristiwa lucu dan menyenangkan sewaktu sd..
1. anak kecil itu ga’ tau apa2, oleh karena itu ga’ banyak masalah di kepalanya.. -yailah..-
2. anak kecil itu begitu lucu
3. anak kecil itu masih polos, tetapi sudah mulai taksir2an -dasar ganjen-
4. anak kecil itu terkadang kurang ajar, tetapi justru itu kita jadi punya musuh dan saingan
5. anak kecil itu mulai suka sama lawan jenis, tetep yang dilihat pertama kali yang ganteng
6. anak kecil itu mudah dibohongin, oleh karena itu kita mudah diadu domba.

Sudah beberapa tahun lewat dan tahun kemarin kita baru reunian lho.
SENANGNYA! bertemu dengan teman lama, mantan musuh, dan orang yang selalu membuat saya kesal karena harus mendengar degup jantung saya sendiri.. semua itu kisah lama.. tetapi akan terus teringat..

Masa SD-mu menyenangkan juga bukan?